Dari 4 Bentuk Atap Rumah Ini, Mana yang Jadi Favorit Anda ?

Sobat Rumah Dan Interior sedang berencana membangun atau perbaikan rumah dan sedang mencari jasa renovasi rumah yang terpercaya ?

Jika sebelumnya sobat telah mengenal 4 Jenis Kaca yang Sering Digunakan Jasa Desain Interior maka kali ini kita akan mellihat bagaimana bentuk-bentuk atap sebuah rumah.

Tidak dapat dipungkiri,  salah satu bagian yang sangat penting dari struktur rumah dan seringkali membuatnya tampak lebih menarik adalah bagian Atap. 

Sebagaimana fungsinya, atap dapat berdiri tegas melindungi Anda dan keluarga dari berbagai perubahan iklim dan cuaca. Bentuk yang unik dan tepat juga akan membuat rumah yang kita tinggali menjadi tampak lebih menarik.

Nah bagi Sobat yang saat ini tengah berencana membangun rumah baru atau melakukan renovasi rumah, maka pemilihan bentuk atap harus dipikirkan dengan sematang mungkin. Kenali beberapa bentuk atap rumah sehingga dapat memilih yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan Anda.

Untuk menambah wawasan, di bawah ini terdapat beberapa bentuk atap yang umum digunakan pada rumah tinggal seperti dilansir dari sumber monier.co.id :

Gable Roof

Dikenal sebagai Atap Pelana, terdiri dari dua bidang miring yang ujung atasnya bertemu pada garis llurus, yang biasa disebut bubungan/rabung.

Bentuk atap ini sangat umum digunakan untuk berbagai desain rumah di Indonesia karena bentuknya yang sederhana dan dapat menghemat penggunaan materiap penutup atap. Biasanya kebocoran terjadi pada rabung / bumbungan yang merupakan satu-satunya sambungan pada atap jenis ini. Pada umumnya kemiringan minimum atap pelana adalah 30 derajat.

Mono Pitch Roof (Shed Roof)

Atap standar atau atau setengah kuda-kuda memiliki kelebihan dalam hal penghematan material penjutup atap. Dengan tidak adanya sambungan pada bentuk atap maka potensi kebocoran pada penutup atap dapat diminimalisir. Namun bentuk atap ini sangat rawan terhadap tampias pada dinding luar rumah yang disebabkan oleh hujan angin.

Bentuk atap ini belakangan banyak digunakan untuk rumah-rumah bergaya modern minimalis. Adapun kemiringan atap sandar yaitu minimum 20 derajat.

Low Pitch Roof 

Atap landai merupakan pengembangan dari bentuk atap datar (flat roof) yang biasanya mennggunakan dak beton.

Bentuk atap dibuat menjadi landai dengan kemiringan antara 5 derajat hingga 15 derajat karena atap datar memiliki potensi kebocoran yang sangat tinggi, dan jika diterapkan untuk rumah tinggal nilai estetika tidak terpenuhi.

Selain digunakan sebagai atap utama, kebanyakan bentuk atap landai digunakan untuk bangunan tambahan.

Salah satu contoh perumahan yang menggunakan Atap Low Pitch roof yaitu Citaville Parung Panjang yang infonya bisa Anda cek melalui web SabeSerpong.com klik disini

Hip Roof

Disebut atap limasan atau perisai, terdiri dari empat bidang atap, dua bidang bertemu pada satu garis bubungan / rabung jurai dan dua bidang bertemu pada garis bubungan atas atau pada nok datar.

Atap ini merupakan penyempurnaan dari atap pelana yang terdiri dari dua bidang miring berbentu trapesium, sehingga memerlukan material penutup atap yang lebih banyak.

Kelebihan atap ini adalah mampu memberikan perlindungan terhadap dinding rumah bagian luar, dan dari derasnya air hujan. Atap limasan akan terlihat lebih elegan apabila diaplikasikan dengan kemiringan minimum 30 derajat dan diterapkan pada luas bangunan di atas 100 m persegi.

Nah mana atap yang menjadi favorit untuk kebutuhan rumah Anda ?

Untuk kebutuhan renovasi rumah Jakarta dan sekitarnya, Anda bisa pilih jasa untuk hubungi tim Renovasik, jasa renovasi rumah tinggal klik.

Semoga bermanfaat.

RumahDanInterior.com
Media informasi jasa dan renovasi rumah

sumber artikel :
majalah Property-In,edisi 08/II/Agustus 2016
monier.co.id

sumber-sumber foto :
https://modernize.com/roof/types/hip
http://www.britmet.co.uk/low-pitch.asp
https://myrooff.com/monopitch-roof/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *